Search Box

Sabtu, 24 November 2012

Mencontoh Cara Berdagang Nabi Muhammad SAW



Sebelum Nabi Muhammad SAW. menerima gelar kenabian, beliau diberi amanah oleh pamannya, Abu Tholib, untuk berniaga. Saat itu, ketika Nabi Muhammad SAW. beranjak dewasa. Beliau belum mempunyai pekerjaan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga, beliau ikut Abu Tholib pergi ke negeri Syam untuk berniaga. Kerena terjadi hal yang mencemaskan terhadap pamannya tersebut, akhirnya beliau pun pergi berniaga tanpa pamannya. Nabi Muhammad SAW. menjualkan barang dagangan dari Khadijah, pedagang besar di kota Mekah.


“Hai anak saudaraku, sebagai mana kamu ketahui bahwa pamanmu ini sudah tidak mempunyai kekayaan lagi, padahal keadaan sudah sangat mendesak, maka apakah tidak baik kalau kamu mulai berniaga dari sedikit ke sedikit yang hasilnya dapat kamu pergunakan untuk kepentinganmu sehari-hari?” Tanya Abu Tholib kepada Nabi Muhammad SAW.

Nabi SAW. menjawab, “Saya menurut saja apa yang menjadi keinginan paman.”

Kemudian Abu Tholib mengajukan permohonan kepada Khadijah untuk Nabi SAW., Khadijah pun menerima dengan gembira. Akhirnya Nabi SAW. pergi ke rumah Khadijah mengambil barang dagangan yang akan di bawa pergi ke negeri Syam. Perjalanan ke negeri Syam pun dimulai. Saat itu beliau sama sekali tidak tahu jika sedang diintai oleh Maisarah. Maisarah diperintah oleh Khadijah untuk mengamati tingkah laku dan perbuatan-perbuatan beliau selama perjalanan pulang pergi ke negeri Syam. Khususnya tentang bagaimana cara-cara beliau menjual barang dagangan itu. Dalam perjalanan, beliau selalu diikuti dan diawasi benar-benar oleh Maisarah.

Di sepanjang jalan mulai dari Mekah sampai Syam, sikap dan gerak-gerik pribadi Nabi SAW. sangat berbeda dengan orang lain. Seperti saat berhenti di tempat peristirahatan. Di tempat pemberhentian itu beliau tidak suka ikut mengerjakan apa yang dikerjakan oleh teman seperjalanan lain. Beliau tidak suka berkumpul dan beramai-ramai di tempat pemberhentian itu, sebagaimana adat kebiasaan yang telah berlaku di kalangan orang yang mengikuti kafilahnya. Sedikitpun beliau tidak mau mengikuti kelakuan kawan-kawannya, beliau hanya menyendiri di tempat yang terpencil. Tibalah waktunya untuk menjual barang perniagaannya di kota itu. Beliau menjual barang perniagaan Khadijah bersama-sama Maisarah. Terlihat jelas gaya berdagang beliau dengan orang lain. Caranya menjual barang dagangan itu tidaklah seperti kebanyakan orang. Sebab beliau tidak suka mengikuti cara-cara yang telah biasa di lakukan oleh orang banyak. Cara beliau berdagang adalah berapa harga harga pokok barang dagangan dari Khadijah beliau sebutkan dengan sebenarnya kepada pembeli. Soal keuntungan bagi beliau, itu terserah pada pembeli. Oleh sebab itu, para saudagar di negeri Syam senang sekali membeli barang dagangan beliau. Karena mereka merasa tidak akan tertipu dalam perkara harga yang dibelinya.

Untuk keuntungan beliau, para pembeli telah mengira-ngira sendiri  dan memberi dengan cukup, sekedar untuk menutup biaya perjalanan pulang pergi antara Mekah dan Syam. Maisarah melihat tindakan beliau dalam menjual barang dagangan semacam itu. Dia sampai tercengang dan heran, tetapi tidak berani berkata sepatah kata pun. Sayangnya, cara beliau menjual barang dagangan semacam itu tidak di sukai oleh kawan-kawan beliau dari Mekah yang sama-sama menjual barang perniagaan Khadijah. Mereka merasa tidak mendapatkan keuntungan yang luar biasa seperti beliau. Meskipun demikian, beliau tetap menjalankan cara seperti itu dan hasilnya barang dagangan beliau telah habis terjual dalam waktu sebentar, dengan keuntungan yang tidak sedikit. Maisarah sangat gembira kerena melihat keuntungan yang diperoleh Nabi Muhammad SAW., hal tersebut nantinya akan disampaikan kepada majikannya, yaitu Khadijah, setelah nanti ia pulang dari negeri Syam.

Dengan info diatas semoga anda bisa lebih mengerti bagaimana kehebatan Nabi Muhammad SAW. dalam berdagang yang sangat luar biasa. jika tidak keberatan, Bagaimana tanggapan anda ?. <@>

Article :

11 komentar:

  1. Subhanalloh, memang beliau sangat luar biasa kejujurannya. Bahkan orang kafir pun menitipkan hartanya kepada rasululloh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sendiri juga salut degan beliau.........

      Hapus
  2. subhanallah nabi muhammad saw memang cerdas nerdagang,terima kasih artikel yang menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya peribadi juga kagum dengan apa yang rasulullah lakukan tersebut yang jarang dilakukan pada zaman sekarang...!!!

      Hapus
  3. yg penting kita tiru kejujuran and say no to corrupt gan.

    BalasHapus
  4. Assalamuaialkum, apa ada yang tahu? Apa yang diniagakan Nabi Muhammad?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya, Rasulullah berdagang rempah2 dan perabot2 tertentu....

      Hapus
  5. RasulAllah memang suri teladan yg terbaik sepanjang masa, semoga kita semua bisa mencontohi sikap Beliau agar Indonesia ini bisa bangkit dari keterpurukan.

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum wrb, saya mohon maaf kalau postingan saya menyinggung perasaan anda semua tapi saya lillahi ta’ala hanya mau menceritakan pengalaman pribadi saya saya berharap ada yang sama seperti saya.perkenalkan terlebih dahulu saya aini andari tinggal di Padang,dulu saya penjual kue keliling himpitan ekonomi yang membuat saya seperti ini,saya tidak menyerah dengan keadaan saya tetap usaha,pada suatu malam saya buka internet tidak sengaja saya lihat postingan seseorang yang sama seperti saya tapi sudah berhasil,dia dibantu oleh nyi rawih tampa pikir panjang saya hubungi beliau saya dikasi pencerahaan dan dikasi solusi,awalnya saya tidak mau tapi sya beranikan diri mengikuti saran beliau,alhamdulillah berjalan lancar sekarang saya punya toko bangunan Jaya Abadi didaerah Padang,terimah kasih saya ucapkan pada Nyi rawih berkat beliau saya seprti ini,mungkin banyak orang yang menyebut saya mengada-ada tapi saya buktikan sendiri,khusus yang serius mau bantuan silahkan hub beliau nyi rawih beliau orangnya baik ini nomor beliau 082250546417 atau klik UNTUK INFO LEBIH JELAS KLIK DISINI ini pengalaman pribadi saya percaya atau tidak semua tergantung pembaca demi Allah ini nyata sekian dan terima kasih ,Assalamualaikum Wrb....allahuakbar....allahuakbar....allahuakbar

    BalasHapus

Bagilah komentar singkat anda untuk kemajuan blog ini